Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
agen togel terpercaya
Game MM Bola Tangkas Indonesia
 Agen Poker IDN Terpercaya
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Penggawa West Ham United, Declan Rice, membuat keputusan besar dengan memilih bergabung dengan Timnas Inggris ketimbang Irlandia. Ternyata, keputusan tersebut memberikan dampak negatif kepadanya.

Declan Rice merupakan salah satu pemain yang sedang naik daun. Performa apiknya bersama West Ham pada musim lalu membuatnya kerap diberitakan tengah diincar oleh klub-klub besar, salah satunya adalah Manchester United.

Awalnya, ia memegang paspor berkebangsaan Republik Irlandia. Ia bahkan sempat bermain bersama timnas junior dan sudah mencatatkan tiga penampilan di level senior.

Namun, pemain berumur 20 tahun tersebut justru memicu kontroversi dengan memilih berganti kewarganegaraan ke Inggris. Baru-baru ini, ia mencatatkan penampilan perdananya bersama the Three Lions dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2020 kontra Bulgaria.

Keputusan Berujung Ancaman

Keputusannya untuk menanggalkan status kewarganegaraan Irlandia itu sontak memicu masalah. Saat berbicara kepada ITV, Declan Rice mengaku bahwa dirinya pernah mendapatkan berbagai macam ancaman melalui internet.

“Ya, saya memiliki beberapa masalah buruk,” tutur Declan Rice. “Saya mendapati beberapa orang yang berkata bahwa mereka bakalan mendatangi rumah saya… ya, secara online,” sambungnya.

“Ada beberapa orang yang bisa saya lihat, namun saya tak perlu untuk melihat itu, ancaman kepada keluarga saya, kepada saya. Anda melihat profilnya dan mereka hanyalah profil bohongan, jadi saya tak tahu apakah itu benar atau tidak,” lanjutnya.

Declan Rice Santai

Declan Rice sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut, bahkan hanya menertawainya saja. Namun kedua orang tuanya nampak khawatir dengan berbagai serangan yang juga tertuju kepadanya.

“Saya tak pernah merasa takut soal itu, karena fans akan selalu memberi serangan atau lainnya ke saya. Anda hanya melihatnya dan tertawa, anda berpikir, ‘Ya, baiklah, seolah anda akan datang dan melakukan sesuatu’,” tambahnya.

“Rasanya berat, ada beberapa pelecehan, lebih ke arah ibu dan ayah saya. Rasa khawatir mereka lebih besar dari orang lain, saya sendiri selalu memiliki pemikiran yang kuat,” tandasnya.

Belakangan ini, media sosial kerap menjadi momok bagi sebagian pemain. Dua penggawa Manchester United, Marcus Rashford dan Paul Pogba, sempat mendapatkan serangan berbau rasisme melalui media sosial usai gagal mencetak gol di beberapa pekan sebelumnya.