Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
agen togel terpercaya
Game MM Bola Tangkas Indonesia
 Agen Poker IDN Terpercaya
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Manajemen Arema angkat bicara soal peta persaingan di kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019. Klub berlogo singa mengepal ini menilai bahwa PSM Makassar merupakan penantang terberat mereka untuk meraih gelar juara kompetisi.

“Sebetulnya, masih belum bisa diketahui bagaimana peta persaingan yang ada. Namun, dengan mempertimbangkan permainan dan dukungan manajerial, saya menjagokan PSM Makassar,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo,

“Merekalah yang bisa menjadi pesaing berat Arema dalam kompetisi musim ini,” sambungnya.

Menurut Ruddy, PSM Makassar merupakan tim yang solid. Solidnya permainan Juku Eja membuatnya tak kesulitan meski harus berganti nakhoda dan membagi kekuatan bermain pada dua ajang sekaligus.

“Di AFC dan kompetisi lokal, mereka sama-sama mampu bermain bagus. Selain itu, mereka pun memiliki tradisi sebagai klub besar di Indonesia,” kata Ruddy.

Saat ini, PSM Makassar -yang dijagokan bakal tampil ciamik pada musim ini- berada di posisi tiga klasemen sementara Shopee Liga 1. Mereka mengumpulkan poin tujuh dari tiga pertandingan yang sudah dilakoni.

Posisi puncak klasemen sementara saat ini masih ditempati Madura United. Los Galacticos Indonesia ini mengumpulkan poin sempurna, sembilan, dari tiga laga awal mereka. Sama dengan Bali United yang berada di posisi kedua.

Sementara, Arema sendiri saat ini masih berada di peringkat 11 klasemen sementara. Mereka baru mengumpulkan poin tiga dari hasil sekali menang dan dua kali kalah.

Tak Remehkan Tim Lain

Tak Remehkan Tim Lain
Ruddy Widodo © Fitri Apriani

Sementara itu, walau menjagokan PSM Makassar, Ruddy tetap membuka kemungkinan ancaman tim-tim lain. Pasalnya, menurut manajer berusia 48 tahun tersebut, musim kompetisi ini tergolong sangat ketat.

“Kekuatan klub-klub yang ada saat ini sangat merata. Ini membuat persaingan susah ditebak,” kata Ruddy.

“Bahkan, Badak Lampung -yang kerap dipandang sebelah mata- pun memiliki skuad yang bagus. Demikian pula dengan Kalteng Putra yang baru promosi dari Liga 2. Komposisi pemain mereka pun sudah banyak makan asam garam di kompetisi tertinggi Indonesia,” ia menandaskan.